PROFIL PESANTREN
SEJARAH, TRADISI KEILMUAN,
DAN SYIAR DAKWAH
PONDOK PESANTREN AN NUR AZ ZAHRA
Kebonsari, Tempeh Tengah, Tempeh, Lumajang
“Berakar pada tradisi, berpegang pada Al-Qur’an,mendalam dalam ilmu, dan hadir memberi manfaat bagi umat.”
1. Fondasi Cita-Cita dan Akar Perjuangan
Pondok Pesantren An Nur Az Zahra lahir dari cita-cita luhur pendirinya, KH Imron Fauzi, M.Pd., untuk menghadirkan sebuah lembaga pendidikan Islam yang mampu membina generasi Qur’ani sejak usia dini sekaligus melahirkan generasi muda yang mendalam pemahamannya terhadap ilmu agama dan khazanah keilmuan Islam klasik (turats).
Perjalanan pendidikan ini berawal dari perhatian beliau terhadap pentingnya pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman sejak masa usia emas (golden age). Sebagai langkah awal untuk mewujudkan cita-cita tersebut, didirikanlah Kelompok Bermain (KB) dan TK Az Zahra, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menitikberatkan pada pembentukan akhlak, penanaman kecintaan kepada Al-Qur’an, serta pembelajaran membaca Al-Qur’an sejak dini.
Seiring berjalannya waktu, benih-benih pendidikan Al-Qur’an yang ditanamkan sejak usia dini mulai berkembang. Antusiasme masyarakat serta kebutuhan terhadap pola pendidikan Islam yang berkesinambungan mendorong KH Imron Fauzi untuk menggagas sebuah ekosistem pendidikan Islam terpadu berbasis pesantren.
Ekosistem tersebut dirancang untuk menaungi pendidikan sejak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, dengan memadukan pendidikan formal, tahfiz Al-Qur’an, madrasah diniyah, pengkajian kitab kuning, pembinaan akhlak, serta tradisi kehidupan pesantren.
2. Pendirian Pesantren dan Sanad Keberkahan Nama “An Nur Az Zahra”
Pada tahun 2019, cita-cita tersebut diwujudkan melalui pendirian Pondok Pesantren An Nur Az Zahra, yang beralamat di Jalan KH Ali Ihsan Nomor 04, RT 23/RW 03, Kebonsari, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Legalitas dan tata kelola kelembagaan pesantren kemudian diperkuat dengan diterbitkannya izin operasional Pondok Pesantren An Nur Az Zahra oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2020.
Nama An Nur Az Zahra bukan sekadar identitas kelembagaan. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu, pertautan sanad keluarga dan keilmuan, sekaligus ikhtiar mengambil keberkahan (tabarruk) dari perjuangan para ulama.
- An Nur diambil dari nama kakek KH Imron Fauzi, yaitu KH Anwar Nur, ulama kharismatik dan pendiri Pondok Pesantren An Nur Bululawang, Malang.
- Az Zahra diambil dari nama ibunda KH Imron Fauzi, yaitu Hj. Fatimatus Zahro’, putri keempat KH Anwar Nur. Hj. Fatimatus Zahro’ dipersunting oleh KH Ali bin Ihsan, ulama asal Tempeh, Lumajang, yang merupakan ayahanda KH Imron Fauzi sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nurul Ihsan Tempeh.
Dengan demikian, nama An Nur Az Zahra menjadi simbol pertautan dua akar perjuangan pesantren: tradisi keilmuan keluarga besar Pondok Pesantren An Nur Bululawang, Malang, dan perjuangan dakwah Pondok Pesantren Nurul Ihsan Tempeh, Lumajang.
Dua poros keilmuan dan pengabdian tersebut dipertemukan dan dilanjutkan melalui Pondok Pesantren An Nur Az Zahra di bumi Tempeh.
3. Konstruksi Kurikulum Keilmuan
Pondok Pesantren An Nur Az Zahra merancang pendidikan secara terstruktur, sistematis, bertahap, dan berjenjang. Setiap jenjang mempunyai fungsi yang saling berkaitan, mulai dari penyemaian kecintaan kepada Al-Qur’an, penguatan dasar-dasar ilmu agama, hingga pendalaman kitab kuning.
Tahapan Pendidikan
A. Penyemaian Nilai dan Fondasi Al-Qur’an
KB–TK Az Zahra
KB–TK Az Zahra menjadi tempat penyemaian awal nilai-nilai keislaman. Pada jenjang ini, anak-anak diperkenalkan kepada huruf hijaiyah, bacaan Al-Qur’an, doa-doa harian, pembiasaan ibadah, adab, serta akhlakul karimah.
Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan tahap perkembangan anak agar kecintaan kepada Al-Qur’an dan agama tumbuh secara alami, menyenangkan, dan berkelanjutan.
TPQ An Nur
TPQ An Nur berperan dalam membangun fondasi kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Para santri dibimbing untuk mengenal makharijul huruf, menerapkan dasar-dasar tajwid, meningkatkan kelancaran membaca, serta membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
B. Penguatan Tahfiz dan Dasar Keilmuan Syariat
SD Tahfidzul Qur’an Az Zahra
SD Tahfidzul Qur’an Az Zahra, yang didirikan pada tahun 2020, menjadi kelanjutan dari pendidikan Al-Qur’an pada jenjang usia dini.
Lembaga ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan formal dengan program tahfiz Al-Qur’an. Para peserta didik tidak hanya diarahkan untuk mencapai kompetensi akademik, tetapi juga dibina agar mampu menghafal, menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Madrasah Diniyah Az Zahra
Madrasah Diniyah Az Zahra menjadi pilar dasar pendidikan keagamaan dan pusat pembentukan fondasi keilmuan syariat, khususnya bagi santri usia sekolah dasar.
Proses pembelajaran disusun secara bertahap dan berurutan (tadarruj), meliputi:
- dasar-dasar tauhid dan akidah;
- pembentukan akhlak dan adab;
- fikih ibadah;
- tajwid;
- dasar-dasar bahasa Arab;
- nahwu dan sharaf tingkat dasar; serta
- latihan membaca teks Arab tanpa harakat atau kitab kuning.
Tahapan tersebut dirancang agar santri memiliki fondasi keilmuan yang kokoh sebelum memasuki tingkat pengkajian kitab kuning yang lebih mendalam.
C. Pendalaman Kitab Kuning pada Jenjang SMP dan SMA
Memasuki jenjang pendidikan menengah di SMP Tahfidz Al-Azhar dan SMA An Nur, para santri yang telah memperoleh fondasi keilmuan dari Madrasah Diniyah Az Zahra mulai diarahkan untuk memasuki fase pendalaman kitab kuning secara lebih komprehensif.
Pada jenjang ini, para santri dibimbing untuk membaca, memahami, membedah, dan mengkaji kitab-kitab salaf dalam berbagai disiplin ilmu, antara lain:
- fikih;
- ushul fikih;
- tauhid dan akidah;
- nahwu;
- sharaf;
- akhlak dan tasawuf;
- tafsir;
- hadis; serta
- disiplin ilmu keislaman lainnya.
Pendalaman kitab kuning berjalan beriringan dengan program penguatan dan pemeliharaan hafalan Al-Qur’an. Dengan pola tersebut, pesantren berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami ajaran agama secara mendalam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan.
4. Tradisi Keilmuan dan Karakter Pendidikan Pesantren
Tradisi keilmuan Pondok Pesantren An Nur Az Zahra dibangun di atas perpaduan antara pendidikan Al-Qur’an, pengkajian kitab kuning, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, serta penguatan kompetensi akademik.
Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian kemampuan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter santri melalui keteladanan, kedisiplinan, pembiasaan hidup mandiri, penghormatan kepada guru, kecintaan kepada ilmu, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui proses pendidikan yang bertahap dan berkesinambungan, Pondok Pesantren An Nur Az Zahra berikhtiar membentuk santri yang memiliki empat kekuatan utama:
- Kedekatan dengan Al-Qur’an, melalui pembelajaran membaca, menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an.
- Kedalaman ilmu agama, melalui pembelajaran madrasah diniyah dan pengkajian kitab-kitab salaf.
- Keluhuran akhlak, melalui pembiasaan adab, ibadah, kedisiplinan, dan keteladanan.
- Kecakapan akademik dan sosial, agar santri mampu berperan secara aktif dan bermanfaat di tengah masyarakat.
- Sayap Syiar Dakwah dan Pengabdian kepada Masyarakat
Pondok Pesantren An Nur Az Zahra tidak membatasi pengabdiannya hanya di dalam ruang kelas dan lingkungan asrama. Pesantren juga berusaha hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan dakwah, pembinaan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
A. Majelis Taklim Dewasa
Untuk memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga dan masyarakat, Pondok Pesantren An Nur Az Zahra menyelenggarakan Majelis Taklim Dewasa yang dibina oleh Ibu Nyai Hj. Diyanah Fauzi, istri KH Imron Fauzi.
Majelis ini menjadi wadah pembinaan kerohanian masyarakat, khususnya dalam bidang:
- fikih ibadah;
- fikih kewanitaan;
- pendidikan keluarga;
- pembinaan akhlak;
- pemantapan ibadah sehari-hari; serta
- penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Melalui majelis tersebut, pesantren berupaya memperluas manfaat pendidikan keagamaan hingga menyentuh kehidupan keluarga dan masyarakat secara langsung.
B. Majelis Shalawat 41 Hari “Washolna”
Sebagai bagian dari penguatan spiritual dan syiar kecintaan kepada Rasulullah saw., Pondok Pesantren An Nur Az Zahra memelopori dan menaungi Majelis Shalawat 41 Hari “Washolna”.
Majelis ini menjadi sarana pembacaan shalawat, istighasah, doa bersama, dan penguatan silaturahmi antarmasyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar memiliki kecintaan kepada Rasulullah saw., para ulama, dan tradisi keagamaan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Melalui pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan, Majelis Washolna turut menghidupkan syiar Islam dan semangat kebersamaan di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
C. Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan
Selain menyelenggarakan pendidikan dan majelis rutin, Pondok Pesantren An Nur Az Zahra juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, antara lain:
- santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan;
- pengajian umum;
- peringatan hari besar Islam;
- kegiatan keagamaan bersama masyarakat;
- pembinaan generasi muda; serta
- berbagai bentuk pelayanan sosial dan kemasyarakatan.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Islam yang tidak hanya diajarkan dalam ruang belajar, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, pelayanan, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
6. Pondok Pesantren An Nur Az Zahra Hari Ini
Hingga saat ini, Pondok Pesantren An Nur Az Zahra terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam terpadu di Kabupaten Lumajang.
Dengan memadukan pendidikan formal, tahfiz Al-Qur’an, madrasah diniyah, pengkajian kitab kuning secara berjenjang, pembentukan akhlak, serta syiar dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Pondok Pesantren An Nur Az Zahra berkomitmen untuk melahirkan generasi yang:
- mencintai dan menghafal Al-Qur’an;
- memahami ilmu agama secara mendalam;
- berakhlakul karimah;
- memiliki kecakapan akademik;
- berjiwa mandiri dan bertanggung jawab; serta
- mampu memberikan manfaat nyata bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pondok Pesantren An Nur Az Zahra terus berikhtiar menjaga warisan keilmuan para ulama, mengembangkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta menyalakan cahaya Al-Qur’an dan ilmu agama dari bumi Tempeh untuk masyarakat yang lebih luas.
Berakar pada tradisi, berpegang pada Al-Qur’an, mendalam dalam ilmu, dan hadir memberi manfaat bagi umat.
